Kanker Rektum? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kanker rektum merupakan tumor ganas yang berupa massa polipoid besar pada rektum. Kanker rektum disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya polip di usus (Colorectal Polyps), peradangan pada usus yang kronik (Colitis Ulcerativa), riwayat kanker sebelumnya, riwayat kanker colorectal pada keluarga, merokok, pola makan yang tinggi lemak, pola makan rendah serat dan kurangnya olahraga.

Adapun gejala kanker rektum aditandai dengan adanya perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit/konstipasi), usus besar terasa tidak kosong seluruhnya, terdapat darah dalam feses (baik merah terang atau kehitaman), sering terasa kembung atau keram di perut atau merasa kekenyangan meskipun makan sedikit, kehilangan berat badan tanpa alasan, mual atau muntah-muntah, mudah lelah dan letih.

Ada beberapa metode terapi yang dapat diterapkan bagi penderita kanker rektum, diantaranya operasi, terapi radiasi menggunakan sinar-sinar yan tinggi energinya untuk membunuh sel-sel kanker dan kemoterapi menggunakan onbat-obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker.

Setelah melakukan medote terapi yang sesuai dengan kondisi pasien dan rekomendasi dokter, pasien diwajibkan menjaga kebersihan tubuhnya dan melakukan pencegahan infeksi luka post operasi dengan melakukan perawatan di rumah.

Daerah balutan bekas operasi sebisa mungkin dihindarkan dari benturan maupun cairan agar tidak basah. Pasien juga disarankan untuk mengganti balutan luka dengan memperhatikan hal-hal seperti harus mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan, memperhatikan ada tidaknya infeksi, menggunakan alat steril / bersih dan minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.

Adapun tanda-tanda munculnya infeksi yang perlu diwaspadai adalah apabila merasa panas pada daerah luka attau suhu badan panas, merasa sakit atau nyeri pada daerah luka, ada kemerahan pada kulit daerah luka, terjadinya bengkak pada daerah luka, gangguan fungsi gerak pada daerah luka, luka berbau tidak sedap dan terdapat cairan berupa nanah pada luka.

Setelah mengetahui tentang kanker rektum, sebaiknya kita juga waspada pada kanker lainnya, seperti kanker payudara, kanker serviks, dan lainnya yang kini marak diperbincangkan di masyarakat. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *